Cara Kerja Bitcoin Yang Harus di Fahami 2017

Cara Kerja Bitcoin Yang Harus di Fahami 2017 – Sebelum kita memutuskan untuk terjun ke bidang bitcoin, terlebih dahulu kita harus mengetahui Bagaimana cara kerja bitcoin itu sendiri. Kenapa?  Karena agar kita tidak menyesal dikemudian hari atau paling tidak agar kita bisa nyaman menjalani nya.

Tidak sedikit orang mungin menganggap bahwa bisnis bitcoin ini sangat menjanjikan, akan tetapi tidak sedikit pula yang menganggap bisnis ini beresiko tinggi.  Ya, kedua pendapat tersebut tidak salah  saya kira, karena pada dasarnya mugkin mereka mempunyai alan tersendiri atas apa yang mereka yakini.

Bagaimana  cara kerja bitcoin itu?

Bitcoin adalah mata uang digital yang mulai populer pada tahun 2013. Mata uang ini tidak dikontrol Bank atau lembaga lain. Mata uang yang terdesentralisasi ini didesain untuk menjaga uang kita dari mereka yang ingin mengambil keuntungan. Tapi bagaimana cara kerja sebuah mata uang digital? Bagaimana bisa mata uang ini berlaku jika tidak ada orang yang bisa mengatakan mereka menyimpannya.

Bitcoin terdiri atas tiga bagian yaitu: block chainmining network, dan wallet. Untuk dapat memahami cara kerja Bitcoin, kita harus memahami cara kerja tiap bagiannya. Buatlah segelas kopi/teh dan nikmati artikel ini.

Block Chain

Block chain adalah daftar tiap transaksi Bitcoin yang pernah terjadi. Sebelum transaksi masuk ke block chain, maka transaksi itu belum selsai. Sesuai namanya, block chain merupakan rangkaian/rentetan sebuah blok. Blok tersebut berisi sekumpulan transaksi baru dan terhubung dengan blok sebelumnya. Semua orang dapat memvalidasi block chain dengan mengikuti seluruh catatan yang merekam setiap transaksi sampai dengan transaksi pertama saat Satoshi Nakamoto membuat Bitcoin.

Sampai disini, kamu mungkin berpikir keras, siapa yang bertugas mengelola block chain ini. Jawabannya adalah: tidak ada. Tidak ada satu organisasi atau perseorangan pun yang memegang salinan block chain sendiri. Bitcoin dibuat agar terdistribusi dengan baik, sehingga tidak ada titik kesalahan yang dapat merusak block chain baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Block chaindipegang oleh setiap komputer yang menambang Bitcoin.

Baca Juga :  Tidak ada suara saat menelpon? Ini solusinya

cara kerja bitcoin terbaru 2017

Menambang Bitcoin

Orang-orang yang menambang Bitcoing (miner), adalah orang-orang yang menjaga transaksi lama serta memastikan transaksi baru tercatat. Tugas mereka adalah membuat (atau menambang) blok baru. Blok-blok ini menyimpan transaksi baru yang terjadi. Sebagai kompensasi telah menambang blok-blok baru ini, mereka diberikan beberapa Bitcoin. Insentif seperti ini memastikan ada cukup orang untuk melakukan penambangan sehingga sistem jaringan Bitcoin terus berjalan.

Wallet

Wallet adalah bagian Bitcoin yang sering dilihat oleh pengguna. Istilah wallet(dompet) sendiri kurang tepat karena wallet sebetulnya tidak menyimpan Bitcoin. Wallet hanya menyimpan private key yang mengijinkan sang pemilik untuk menambah transaksi ke block chain disebuah alamat berupa public key. Bitcoin-nya tersimpan sebagai sebuah catatan transaksi di dalam block chaintersebut.

Paragraf-paragraf sebelumnya memberikan garis besar tentang cara kerja Bitcoin dan kita dapat mulai menambang atau menggunakan Bitcoin. Meskipun begitu, ada kemungkinan kamu tidak mempercayai mata uang ini karena cara kerjanya yang agak aneh.

Kehebatan mata uang ini adalah teknik kriptografi yang melindungi pengguna. Mari kita lihat secara lebih mendalam bagaimana cara teknik ini bekerja.

Keamanan Bitcoin sebagian besar datang dari hashing, dan hash inilah yang digunakan untuk menautkan blok yang satu dengan blok lainnya di block chain. Setiap blok menyimpan hash blok sebelumnya, dan nilai hash tersebut tidak dapat diganti tanpa mengubah nilai hash blok sekarang (yang juga perlu diubah di blok berikutnya, dst.). Semua orang bisa memeriksa bahwa tidak ada transaksi yang pernah mengubah nilai hash karena, jika hal itu dilakukan maka nilai hash berikutnya akan terpengaruh dan tidak lagi tertaut.

Bertransaksi dengan Bitcoin

Saat melakukan transaksi dengan Bitcoin, kita mengirimkan transaksi tersebut ke jaringan miner. Untuk menjaga bahwa tidak ada orang yang dapat melakukan transasi menggunakan wallet kita tanpa diketahui, terdapat beberapa keamanan yang diberlakukan.

Transaksi Bitcoin terjadi antara dua wallet atau lebih. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kedua wallet ini hanyalah pasangan public/private key yang digunakan untuk mengenkrip data. Cara kerja kedua pasangan key ini memastikan bahwa semua data yang dienkripsi dengan public key dapat dibaca dengan private key, dan begitu pula sebaliknya.

Di Bitcoin, kita tidak memiliki tumpukan uang yang bisa naik turun seperti di Bank. Sebagai gantinya, kita memiliki sekumpulan Bitcoin yang dapat ditelusuri hingga miner pertamanya. Saat melakukan transaksi, kita harus mereferensi transaksi saat mendapatkan Bitcoin tersebut (bisa mereferensikan lebih dari satu). Selanjutnya, kita harus menandai secara digital setiap transaksi yang direferensikan. Artinya, kita meng-hash-kan detail dari transaksi dan mengkripsinya dengan private key. Karena public key akan selalu terhubung dengan alamat kita (juga transaksi yang direferensikan), maka akan dipastikan bahwa hanya kita yang memiliki otorisasi untuk melakukan transaksinya.

(Untuk penjelasan lebih lengkap, kunjungi https://en.bitcoin.it/wiki/Transactions)

Perhatikan bahwa tidak ada data fisik yang keluar dari wallet selain pesan ke block chain. Jumlah Bitcoin di dalam sebuah wallet dikalkulasi dengan melihat transaksi yang ada di block chain. Artinya siapapun dapat memeriksa jumlah Bitcoin yang ada di walletmanapun. Namun, bukan berarti siapapun dapat mengetahui siapa yang memiliki wallet tertentu karena tidak mudah untuk menentukan pemilik dari tiap wallettersebut.

Saat transaksi ini sampai ke tangan miner, transaksi ditambahkan ke block berikutnya. Seperti yang telah kita pahami bahwa tiap block chain dapat dibagi lagi (dan seorang miner dengan computing power yang besar dapat membaginya secara berkelanjutan). Tidak ada garansi transaksi akan langsung masuk block chain, tapi dilihat dari jumlah block yang ada. Jika hanya ada satu blok, maka seorang penyerang yang beruntung dapat mengacaukan keseluruhan mining network. Dengan bertambahnya blok yang masuk ke block chain, kerjaan penyerang akan makin banyak dan lebih menyulitkan.

Enam blok biasanya dianggap cukup untuk memastikan sebuah transaksi ditambah dengan benar ke dalam block chain. Dengan laju satu blok setiap sepuluh menit, maka proses penambahan transaksi dapat terjadi dalam waktu satu jam. Untuk transaksi dengan nominal besar, kamu mungkin akan menunggu sedikit lebih lama sebelum transaksi sudah selesai di-transfer.

Block chain merupakan catatan tiap transaksi yang dapat diverfikasi secara publik. Setiap detail transaksi akan disebarluaskan ke semua miner yang ada di jaringan bitcoin dengan permintaan agar dimasukkan ke blok berikutnya.

Baca Juga :  Tidak ada suara saat menelpon? Ini solusinya

Agar seorang miner dapat dibayar atas pekerjaannya menambah sebuah blok, ada dua hal yang harus terjadi: mereka harus memastikan hash-nya valid dan blok tersebut tercatat di block chain. Syarat pertama murni tantangan yang bersifat teknis, sedangkan syarat yang kedua akan memaksa mereka untuk memeriksa semua kemungkinan. Jika block chain mengandung transaksi yang tidak valid (misal, seseorang melakukan transaksi dengan coin yang tidak mereka miliki), maka miner berikutnya yang mendapatkan kiriman dari miner tersebut akan menolak sehingga ia tidak mendapat bayaran. Oleh karena itu miner akan memeriksa setiap transaksi untuk memastikan kevalidannya sebelum ditambahkan ke dalam sebuah blok.

Saat seorang miner menerima sebuah blok dari miner lainnya, mereka akan mendapatkan insentif saat menemukan kesalahan karena dua hal. Pertama, jika mereka menolak sebuah blok, itu artinya mereka masih memiliki kesempatan untuk menambangnya untuk diri mereka sendiri. Kedua, jika mereka menerima blok yang oleh miner lain ditolak karena tidak valid, maka penambangan yang mereka lakukan akan sia-sia karena blok ini tidak akan masuk ke block chain.

Diwaktu yang sama mereka akan mendapatkan insentif saat menerima blok yang valid, karena jika mereka menolak sebuah blok yang diterima oleh miner lain, maka blok selanjutnya yang mereka tambang akan ditolak oleh miner-miner lain. (Sumber : codepolitan)

GImana? apakah kalian sekarang sudah faham untuk cara kerja bitcoin nya? apabila masih belum faham, silahkan bisa bertanya pada kolom komentar yang tersedia ya 🙂

Demikian sharing saya tentang Cara  Kerja Bitcoin terbaru 2017, semoga bermanfaat untuk teman-teman semuanya Terima kasih.

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Langganan Artikel

Enter your email address: