Ini Dia Jenis-Jenis Bekisting Yang Bagus Untuk Pekerjaan Konstruksi

Jenis-Jenis Bekisting Untuk Kontruksi Bangunan

Jenis-Jenis Bekisting | Saat ini ada cukup banyak Jenis-Jenis Bekisting yang biasa digunakan untuk pekerjaan kontruksi bangunan baik Hotel, Apartemen, Villa, dll. Namun tidak sedikit dari mereka yang berencana untuk membangun merasa bingung terkait Jenis Bekisting yang cocok untuk bangunannya. Nah, oleh karena itu, kali ini wepotus akan membahas secara singkat terkait Jenis-jenis Bekisting yang harus kita ketahui ūüôā

Pengertian dan Fungsi Bekisting

Bekisting adalah sarana pembantu untuk mencetak beton yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang dikehendaki.

Dari definisi di atas, sebenarnya sudah cukup jelas untuk memut fungsi dari bekisting. Namun, berikut ini kami berikan beberapa fungsi bekisting untuk sebuah proyek konstruksi:

Advertisement
  1. Menentukan bentuk konstruksi beton;
  2. Mampu menyerap dengan baik beban yang ditimbulkan oleh spesi-beton yang belum mengeras;
  3. Mempermudah struktur beton agar dapat dibongkar pasang dengan cara yang sederhana. 

Dengan melihat ketiga fungsi bekisting tersebut terlihat bahwa pekerjaan beton sangat dipengaruhi oleh bekisting. Meskipun hanya sebagai alat bantu sementara, proporsi biaya pekerjaan bekisting beton cukuplah besar dibandingkan dengan biaya seluruh pekerjaan beton bertulang. Oleh karenanya, pekerjaan bekisting akan sangat memengaruhi efisiensi biaya dan waktu pekerjaan beton yang merupakan salah satu item pekerjaan dalam sebuah proyek konstruksi.

Apa Saja Syarat Pekerjaan Bekisting?

Secara umum bekisting harus memenuhi syarat berikut ini:

  • Kuat, artinya ketika pengecoran berlangsung tidak sampai jebol
  • Akurat, ukuran panjang, lebar dan tinggi maupun elevasinya harus pas sesuai rencana
  • Rapat, tidak boleh bocor agar pasta semen tidak keluar
  • Kedap air, agar ketika membongkar mudah, caranya diolesi oli bekas/solar/minyak bekisting
  • Mudah dibongkar, jangan terlalu banyak memaku, hanya seperlunya saja.

Jenis-Jenis Bekisting Untuk Kontruksi Bangunan

Salah satu tahap yang kompleks dalam konstruksi bangunan adalah tahap pemilihan dan pemasangan bekisting. Pemilihan jenis bekisting yang cocok untuk bangunan konstruksi harus dipikirkan secara matang-matang karena dapat memengaruhi biaya, waktu pekerjaan dan kualitas konstruksi. Ada banyak jenis bekisting yang digunakan dalam proses ini, bergantung dari bentuk dan volume struktur beton yang akan dibentuk, yaitu:

  1. Bekisting konvensional
  2. Bekisting Semi Sistem (Knock Down)
  3. Bekisting Sistem (PERI)
  4. Bekisting Fiberglass
  5. Bekisting Alumunium

Bekisting Konvensional (Bekisting Tradisional)

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bekisting konvesional adalah bekisting yang menggunakan kayu ini dalam proses pengerjaannya dipasang dan dibongkar pada bagian struktur yang akan dikerjakan. Pembongkaran bekisting dilakukan dengan melepas bagian-bagian bekisting satu per satu setelah beton mencapai kekuatan yang cukup. Jadi bekisting tradisional ini pada umumnya hanya dipakai untuk satu kali pekerjaan, namun jika material kayu masih memungkinan untuk dipakai maka dapat digunakan kembali untuk bekisting pada elemen struktur yang lain.

Bekisting Knock Down

Dengan berbagai kekurangan metode bekisting konvensional tersebut maka direncanakanlah sistem bekisting knock down yang terbuat dari plat baja dan besi hollow. Untuk 1 unit bekisting knock down ini memang biayanya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan bekisting kayu, namun bekisting ini lebih awet dan tahan lama, sehingga dapat digunakan seterusnya sampai pekerjaan selesai, jadi jika ditotal sampai selesai pelaksanaan, bekisting knock down ini menjadi jauh lebih murah. Gambar 1.1. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan pile cap. Gambar 1.2. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan tie beam. Gambar 1.3. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan kolom. Gambar 1.4. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan balok.

Jenis-Jenis Bekisting untuk kontruksi
Gambar 1.1 Bekisting knock down pada pekerjaan pile cap
Gambar 1.2 Bekisting knock down pada pekerjaan tie beam
Jenis-Jenis Bekisting untuk bangunan
Gambar 1.3 Bekisting knock down pada pekerjaan kolom
Jenis-Jenis Bekisting
Gambar 1.4 Bekisting knock down pada pekerjaan balok

Bekisting Sistem (PERI)

Bekisting Sistem (PERI) Bekisting sistem adalah elemen-elemen bekisting yang dibuat di pabrik, sebagian besar komponen-komponen yang terbuat dari baja. Bekisting sistem dimaksudkan untuk penggunaan berulang kali. Tipe bekisting ini dapat digunakan untuk sejumlah pekerjaan. Bekisting sistem dapat pula disewa dari penyalur alat-alat bekisting.

Keunggulan dari bekisting sistem (PERI) adalah: Mudah dipasang dan dibongkar. Ringan. Dapat dipakai berulang kali. Kualitas pengecoran baik dengan siklus pembongkaran yang cepat serta dapat dipakai pada pekerjaan konstruksi beton yang besar.

Namun kekurangan dari bekisting sistem (PERI) adalah mahal dan membutuhkan keahlian dan peralatan berat. Untuk pembangunan kompleks, komponen beton bertulang multicurved, PERI menyediakan berbagai pilihan bekisting yang disesuaikan.

Bekisting Fiberglass

Material fiber untuk pengganti kayu pada bekisting merupakan ide brillian. Hal ini disebabkan karena fiber memiliki keunggulan yang lebih baik daripada kayu, disamping untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Berikut ini adalah keunggulan bekisting fiber:

  1. Bebas kelembaban dan tidak mengalami perubahan dimensi atau bentuk;
  2. Pemasangan lebih mudah dan tanpa perlu  minyak bekisting;
  3. Mempercepat waktu pelaksanaan bekisting;
  4. Tidak berkarat;
  5. Tidak gampang rusak oleh air sehingga cocok untuk konstruksi bawah tanah dan lingkungan berair;
  6. Efisien secara biaya;
  7. Kualitas hasil yang lebih baik;
  8. Gampang dipasang dan dilepas sehingga mengurangi biaya upah;
  9. Daya tahan lama, dapat digunakan 40-70 kali. Ada produk yang dapat digunakan hingga 1000 kali;
  10. Tahan panas;
  11. Ringan, kuat dan kaku, bending modulus yang tinggi;
  12. Ketahanan permukaan yang baik, tahan terhadap benturan dan abrasi;
  13. Dapat dibor, dipaku, diketam, dan diproses seperti gergaji;
  14. Stabilitas yang tinggi terhadap sinar ultraviolet, tidak rapuh dan gampang retak, gampang untuk dibersihkan;
  15. Tidak membutuhkan syarat khusus dalam penyimpanan karena sifatnya yang tahan cuaca;
  16. Sampah sisa material bekisting fiber ini dapat diolah kembali seluruhnya dan sangat ramah lingkungan.

Terlihat bekisting fiber banyak keunggulan dibanding dengan bekisting kayu baik dari sisi mutu, biaya, dan waktu. Bagi Owner dan Perencana, bekisting fiber akan menurunkan biaya proyek. Sedangkan bagi kontraktor, bekisting fiber akan mempercepat pelaksanaan. Bagi pemerintah dan masyarakt luas, bekisting fiber akan mengurangi penggunaan kayu secara signifikan sehingga sangat membantu dalam pelestarian lingkungan.

Sumber : ilmutekniksipil.com, ilmubeton.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*