Contoh Puisi Pendek Tentang Covid 19 (Corona)

Puisi Pendek Tentang Covid 19 (Corona) | Untuk anda yang saat ini sedang mecari referensi atau contoh puisi tentang corona, berikut ini wepotus share beberapa contoh puisi yang kami ambil dari beberapa sumber :

Contoh Puisi Pendek Tentang Covid 19 (Corona)

Contoh Puisi Pendek Tentang Covid 19

Berikut ini adalah beberapa contoh puisi tentang corona yang ditulis oleh Sastrawan asal Indonesia :

1. Puisi Pendek Tentang Covid 19 : Marhalim Zaini

Marhalim Zaini adalah seorang Sastrawan yang merupakan salah satu Mahasiswa lulusan AIN (kini UIN) Imam Bonjol Padang. Dan Ia juga saat ini aktif di Teater Imam Bonjol. 

Advertisement

>> Siapakah Engkau, Corona (Marhalim Zaini, 2020) <<

Sejak engkau datang, kami mengurung diri
dalam rumah. Mengunci pintu dan jendela, menutup
Lubang angin, menutup segala yang terbuka dari rasa
takut. Padahal kami tak tahu, engkau ada di luar
Atau di dalam tubuh kami.

Siapakah engkau, Corona?

Engkau mengusir kami dari Jalan-jalan, mal, pasar,
kantor-kantor, sekolah, kampus-kampus, bahkan
dari rumah ibadah kami. Padahal kami selalu tak mampu
untuk keluar dari keramaian dalam kepala kami.

Siapakah engkau, Corona.

Engkau datang seperti bala tentara dalam
operasi senyap. Menembaki ribuan orang
di seluruh dunia dengan peluru kecemasan,
padahal kami hanya orang biasa yang tak
Punya senjata, yang selalu percaya bahwa
perang hanya untuk para tentara.

Siapakah engkau, Corona?
Hari ini, kami memang akhirnya mengunci diri
Dalam rumah, tapi kami tidak sedang menyerah.
Peluru-peluru sedang kami siapkan dari doa-doa
yang setiap saat kami rapalkan. Kami punya iman
yang setiap waktu menyala dalam kegelapan.

Tapi siapakah engkau, Corona.
Apakah engkau hanya datang sebagai pengecut, yang
menyerang saat kami buta. Saat kami kerap lalai
menyalakan api iman dalam dada. Saat kami terlalu
bahagia dengan gemerlap dunia, dan lupa pada
dosa-dosa.

Corona, siapapun engkau, kami tak lagi peduli.
Karena hari ini, kami sedang berdiam dalam diri,
mencari tahu, siapakah kami sesungguhnya
dalam tubuh yang fana.

2. Puisi Pendek Tentang Covid 19 : Eka Budianta

Eka Budianta, lahir 1956 di Ngimbang, Jawa Timur. Alumni penulisan kreatif Universitas Iowa, AS 1987. Menulis beberapa buku puisi  seperti “Cerita di Kebun Kopi” (Balai Pustaka, 1981) dan “Langit Pilihan” – kumpulan puisi terbaik versi Badan Bahasa 2012.

Beberapa karyanya muncul dalam terjemahan bahasa Perancis, Mandarin, Jepang, Korea, dan Finlandia.

>> BERKAH COVIDOLOGI (Eka Budianta,2020) <<

Covid-19 membuatmu sadar
Satu kali makan di restoran
Cukup untuk sepekan hidup di desa
Dan bikin kita mengerti
Nelayan, peternak dan petani
Harus tetap bekerja di luar
Agar yang tinggal dalam rumah
Tetap makan sate dan gulai ikan
Minum susu, menikmati nasi
Mengunyah roti gandum yang gurih
Tidak takut lapar dan sedih.

Tuhan memberi kita nafas
Melalui virus corona

Sehingga kamu dan aku
Bersaudara dengan manusia
Di seluruh dunia
Insyaf, meriam dan bom
Taktik perang dan tipu-daya
Bukan kebanggaan, bukan prestasi segala bangsa.

>> DEBAR-DEBAR KARANTINA (Eka Budianta, 2020) <<

Apakah kita gembira hari ini?
Positif kena virus lebih 1,7 juta
Tekanan Covid-19 tembus 209 negara?
Atau berdebar mengingat seratus tahun silam
Flu Spanyol merenggut 50 juta jiwa?
Apa katamu kalau besok pagi aku mati
Meski sudah karantina mandiri
Mewaspadai wabah corona ini?
Kubayangkan kamu akan menulis pesan singkat:
“Selamat jalan, sahabat.”
Lalu dari alam abadi aku membalas
“Terima kasih kepada Allah
Telah diberi pengalaman
Menjadi manusia
Dan mengenyam nikmat dunia
Yang tidak membuat kami peka
Sebelum dijemput virus corona.”

3. Puisi Pendek Tentang Covid 19 : Rita Jassin

>> Covid-19 Cepat Pulang (19 Maret 2020)<<

Duhai Allah Yang Maha melindungi, lindunggilah kami dari tamu si COVID-19, jangan berlama-lama bertamu di muka bumi ini..Mudah bagi-Mu untuk mengusir tamu yang tak kami semua sukai

Duhai Allah, tamu yang kami harapkan dan kami rindukan adalah sang Ramadhan bukan COVID-19

COVID-19 dalam doa sunyiku, cepatlah pergi pulanglah ke jagadmu bertahta, jangan ganggu kami karena yang kami tunggu adalah tamu istimewa Ramadhan ya Ramdhan

>> Dua Sayap Sabar dan Syukur (12 Nov 2019 – 28 Januari 2020) <<

Sabar dan Syukur
jadikan pesona diri
menarik berkah
dalam hidup

Dua sayap

senantiasa setia
pada hari-hariku

Sajadah sebaik-baik
taman tamasya
tak menjadikan
jiwa yang komplikasi

Indah indah hidup ini

Antara Cinta dan Virus Corona (Kalipasir, 20 Maret 2020)

Tuntunlah aku dalam cintamu
Mengangapai hasrat
dipuncak Rahim-Nya
Masih ada waktu
yang tersisah

Memasuki gerbang babak kelima
Virus Corona warnai dunia
dengan tuntunan cinta atas Cinta-Nya
tak gentar hadapi
boleh jadi kiamat sudah dekat waktunya

Baiklah, demikian sharing kita kali ini terkait Contoh Puisi Pendek Tentang Covid 19, semoga bermanfaat untuk semuanya ya! Terima kasih

Baca juga : √ +8 Contoh Puisi Tentang Keindahan Alam 4 Bait Untuk Anak SD

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*